Selamat Tidur, Tuan :)

        Untuk seseorang yang matanya sudah terpejam, nadinya tak berdenyut, malaikat sudah menjemput, dan tersenyum di balik kain putih 🙂

Bukan kata maaf, atau terima kasih yang pertama kuucapkan. Tapi, sama seperti biasanya aku tidak bosan mengungkapkan “Aku Mencintaimu, siapa pun kamu, di mana pun kamu, dan apa pun kamu”

Kau masih tidur? Ayo bangun, banyak teman-temanmu, dan banyak pesan yang masuk untukmu. Serius kautidak mau bangun? Aku berusaha menggoyak-goyakkan tubuhnya yang terbalut kain putih, hidungnya di tutup dengan kapas, matanya yang tertutup, dan terbaring di dalam peti. Aku mohon jangan bopong dia dulu, aku ingin berfoto dahulu dengannya, dan aku juga ingin ambil fotonya. Setelah kufoto akan kujadikan wallpaper di handphoneku. Seperti dia yang tidak bosan memajang fotoku di layar handphonenya. Kenapa kamu diam saja, ayok bergaya, Sayang. Kita dulu suka bergaya jika layar kamera didepan kita. Bergaya semanis mungkin, sampai sejelek mungkin pun pernah. Jadi, sekarang kau hanya tersenyum saja, di dalam petimu itu. Kau tidak mau bergaya jelek, seperti mukaku ini. Aku dari tadi sudah bergaya sedih, sayang. Pura-pura menangis, gaya manyun Sayang. Aku memeluk petinya, mengambil bunga, dan kutaburi tempat tidurnya.

“Hei, kalian kenapa diam saja. Aku tidak gila.” Bentakku pada orang-orang pengangkut jenazah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s