Terima Kasih

             Kita yang selalu diam-diam bercerita tentang hati kita.

“Kawan, apa kau pernah merasa hampa?”

“Ya, aku pernah. Bukan hanya pernah, tapi sering.”

“Aku pun sekarang mengalaminya, tapi aku bingung.”

“Bingung, kenapa?”

“Bingung, entah kemana hati ini tertuju. Apa kau pernah sakit hati, Kawan?”

“Pernah, bukan hanya pernah, tapi sering.”

“Apa kau pernah diselingkuhi, Kawan?”

“Ya, aku pernah. Bukan hanya pernah, tapi sering dan itu selalu terjadi dihadapanku.”

“Lantas, apa yang kaulakukan?”

“Aku diam, lalu aku mengucapkan kepadanya, terima kasih 🙂 “

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s