D E J A V U

Dear:    Masa Lalu

Di     :    Tempat

 

Terima kasih kau pernah hadir, dalam awal kehidupanku. Terima kasih kata-kata romantis, bunga, cokelat, boneka, tempat romantis, dan pengorbanan. Kata romantis kau berikan setiap pagi, siang, malam. Ucapan selamat makan pun tidak pernah telat. Aku tahu itu bentuk perhatianmu. Aku tidak pernah memakimu bahwa hubungan kita ini seperti anak labil pada umumnya. Kau berikan aku bunga dan cokelat di tempat keramaian, dimana tempat itu romantis bagi kita. Pengorbananmu ketika hujan kau memboncengku di bawah hujan. Pengorbananmu ketika kau menjemputku Ke Jogja yang sedang ingin menjadi brandal. Pengorbananmu sangat banyak. Aku juga masih ingat dengan tulisan tanganmu untuk kekasih masa depanku. Kau tidak mengizinkannya untuk menyakitiku yang pernah menyakitimu.

Tapi, mungkin Tuhan tidak memperbolehkan kita bersama. Pada suatu saat, kita berpisah pada hari bahagiamu, hari kelahiranmu. Kautahu? aku sekarang menjalani hubungan dengan siapa? Aku sekarang menjalin hubungan dengan seorang photographer. Dia tampan, aku merasa jika aku bersama dia, aku orang paling bego, jelek, murahan. Temanku pernah menasehatiku “Sudahlah, percaya saja, pasti kamu dapat yang terbaik. Gak mungkin Tuhan ngasih orang yang gak baik, untuk kamu” Ternyata sama saja, aku juga merasakan sakit seperti dulu.

Bolehkah aku hidup di masa laluku sekarang?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s