Aku – Kamu – Dia (Masa Lalu)

IMG_1872

Semesta sudah mempertemukan kita. Semesta sudah membuat kita tertawa terbahak-bahak berjalan keliling suatu kota. Tebar canda tawa diantara kita, tapi aneh. Ketika kita bersama tidak ada kesedihan diantara kita. Hanya bahagia, bahagia yang menyelimuti kita. Tuhan memang adil, selalu menyelipkan kesedihan di sela-sela kebahagiaan. Sekarang awal juli, apa itu pertanda? Pertanda perpisahan yang abadi. Jadi, pertemuan kita selama delapan puluh satu hari ini sia-sia. Hanya sampai di sini? Lantas, jika suatu saat aku rindu, untuk siapa rinduku ini? Untuk apa rinduku ini? Dan, kepada siapa rinduku ini? Aku ingin marah pada semesta, aku ingin murka pada semesta. Kenapa kita dipertemukan? Untuk apa kita dipisahkan?

 

Terima kasih, selamat bahagia.