Terima kasih, Malam

Hei, kali ini kita berjumpa pada titik tempat yang berbeda dari kemarin. Mungkin kemarin kita hanya berjabat tangan, saling sapa, senyum, bahagia. Kali ini beda, iya, sangat beda. Dulu kita berjumpa tidak menemukan bau hujan, bahkan mengendus tanah yang basah pun tidak. Semalam, iya, sangat berbeda. Tiba-tiba aku mengendus bau tanah yang terkena air hujan, dingin pun datang. Aku bahagia sekali semalam, tapi kenapa langit menangis? Kau tidak mensetujuiku bertemu dengannya? Iya? Katakan padaku. Apa ini obat patah hati, aku bisa jatuh cinta (lagi). Hahaha hidup ini kenapa begitu lucu. Kadang, aku marah ketika aku sedang dihampiri pilu. Dan sekarang, aku tertawa terbahak-bahak karena jatuh cinta (lagi). Sampai menghampiri kakus pun, aku masih tertawa. Ini yang kusebut lucu. Kau datang tiba-tiba ketika aku tepat di titik sakit hati. Ketika aku menangis beberapa hari lamanya. Hah, iya, aku bodoh sekali ketika terjebak pada hati. Aku ingin mengakhiri semua permainan hati ini. Ya, aku harus berhenti jatuh cinta (lagi).

 

Saya, Aya

Terima kasih.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s