Mari Berkawan

Mari Berkawan (Fotografer: Aya)

Mari Berkawan (Fotografer: Aya)

Mari berkawan….

Dulu kita teman, sekarang kita menjalin hubungan. Sebentar lagi kita menikah, jika Tuhan menghendaki. Kita menjalin hubungan karena, awal mula kita berkawan. Kamu asyik, aku pun nyaman. Berjalannya waktu, kita masih terlihat masih nyaman dengan hubungan kita. Waktu semakin berjalan, di sini, aku merasakan ada sesuatu yang berbeda. Dulu, ucapan selamat pagi masih rajin kauucapkan. Sekarang, seperti sudah tak layak diucapkan. Bahkan, mungkin kaumengira itu hal yang aneh.

Memang benar, kopi rasanya selalu manis di awal, akhirnya pun ampas, pahit. Tergantung juga kaumeminum kopi merk apa? Jika kaubisa menjadikan rasa kopi manis, dari pertama sampai terakhir. Kuanggap, kau orang benar-benar pandai.

Aku sendiri pun merasa, aku lebih nyaman berkawan denganmu, daripada menjalin hubungan yang serius. Jika dengan berteman saja kita sudah merasa nyaman, mengapa harus menjalin hubungan yang serius, bukan?

Nulis seserius ini aneh, wkwkwk. Enjoy aja 😀

Hari Ke-13

Semoga lekas sembuh, semoga pulih kembali, mari kita bercanda lagi.

Masih sama, masih seperti dua belas hari yang lalu. Hampir sepuluh hari kau koma, dan sekarang membaik. Kau masih terbujur lemas, tapi aku berterima kasih. Matamu sudah terbuka, kau bisa mendengar. Kuharap, kau mendengar rinduku. Kulihat tadi matamu berkaca-kaca, kenapa? Aku masih menyayangimu, tidak akan berubah, tidak pernah berubah. Setalah kau sehat nanti, aku janji. Aku akan menjagamu lebih erat lagi. Aku mohon, jangan ada yang berubah darimu. Jika kau duu mengenalku, kuharap kau masih mengenalku sampai saat ini. Rinduku saat ini benar-benar murka. Aku seperti orang gila ketika kau tiba-tiba hilang dariku, hilang untuk beristirahat beberapa waktu. Untuk apa gadget, jika tidak ada kamu? Untuk apa alat komunikasi jika tidak ada kamu? Orang lain bisa tersenyum, aku tidak. Aku masih merengek, sedih, menangis.

Beberapa hari ini, aku sering iri dengan kawanku. Mereka bisa bahagia dengan pasangannya. Aku tidak, aku belum bisa bahagia selama kau belum pulih. Aku mohon, kau cepat sembuh. Aku masih punya janji untukmu. Aku punya janji memberimu ice cream setengah panci. Iya,, itu leluconmu. Aku rindu itu, bukan hanya aku, tapi banyak orang yang merindukanmu.

Untuk Ganda Agung Ramadhani…

Do’a terbaik untukmu, aku yakin kau kuat. Begitu pun aku, aku kuat menahan rinduku ini.

 

Terima kasih, saya Aya

Mohon do’a untuk seseorang yang saya sayangi.

Terima kasih, Malam

Hei, kali ini kita berjumpa pada titik tempat yang berbeda dari kemarin. Mungkin kemarin kita hanya berjabat tangan, saling sapa, senyum, bahagia. Kali ini beda, iya, sangat beda. Dulu kita berjumpa tidak menemukan bau hujan, bahkan mengendus tanah yang basah pun tidak. Semalam, iya, sangat berbeda. Tiba-tiba aku mengendus bau tanah yang terkena air hujan, dingin pun datang. Aku bahagia sekali semalam, tapi kenapa langit menangis? Kau tidak mensetujuiku bertemu dengannya? Iya? Katakan padaku. Apa ini obat patah hati, aku bisa jatuh cinta (lagi). Hahaha hidup ini kenapa begitu lucu. Kadang, aku marah ketika aku sedang dihampiri pilu. Dan sekarang, aku tertawa terbahak-bahak karena jatuh cinta (lagi). Sampai menghampiri kakus pun, aku masih tertawa. Ini yang kusebut lucu. Kau datang tiba-tiba ketika aku tepat di titik sakit hati. Ketika aku menangis beberapa hari lamanya. Hah, iya, aku bodoh sekali ketika terjebak pada hati. Aku ingin mengakhiri semua permainan hati ini. Ya, aku harus berhenti jatuh cinta (lagi).

 

Saya, Aya

Terima kasih.

Bagaimana Kabar Adil?

Aku merasa, ketika aku bahagia, Tuhan bersikap adil padaku. Tapi, ketika aku tertimpa musibah, seakan-akan aku ingin murka.

Hari dimana aku bertemu denganmu, berkenalan denganmu, hanya senyum yang kuperlihatkan. Tidak ada, selain itu. Aku ingat sekali, kapan kita bertemu. Kita bertemu pada Jum’at 20 Juni, di suatu komunitas. Tanggal 3 Juli, kita bertemu lagi. Kau mengajakku makan di suatu tempat. Seperti gubuk, terlihatnya seperti itu. Tapi, nyatanya bukan. Tempatnya enak sekali, apa lagi ketika kita bercanda. Di balik hujan kita saling menatap. Bisa dibilang kita berbagi lesung pipi.

Pada 6 Juli, kau berencana menjemputku, dan mengantarku ke terminal. Pesan pada suatu malam, aku masih ingat kental kita esok akan bertemu, dan sebelum itu kau bilang rindu dengan suaraku. Hahaha, aku alay sekali, berlebih-lebihan, dan terlalu memujamu. Tapi, pada esoknya. Pada tanggal 6 Juli, kau menulis status di BBM ” Bismillah OTW”. Tapi, pada pukul 16:00 yang seharusnya kau sudah tiba di Surabaya, kau belum juga tiba. Aku diapit dua kemungkinan – Suudzon dan khawatir. Tapi, aku yakin kau bukan type pria pembohong, kau sendiri yang membuktikan. Aku baru dapat kabar pukul 23:00 dari salah satu kawanmu, kau kecelakaan dan gegar otak parah. Kau tahu? Bukan hanya kepalamu saja yang remuk, hatiku pun begitu. Terserah, kau percaya atau tidak. Aku langsung sesegera mungkin mengambil perjalan Malang-Surabaya untuk menemuimu, dan melihat kabarmu. Tragis, aku tidak boleh masuk ke ruang ICU. Aku terkejut, kau tertidur, dan dililit selang-selang biadab. Kenapa bukan aku yang di posisimu? Kenapa?

Matamu juga belum terbuka, aku terlalu bohong dengan suster rumah sakit. Aku mengaku tunanganmu, agar mereka memperbolehkanku masuk ke ruang ICU. Yah, kali ini aku berhasil. Aku hanya punya waktu dua menit untuk melihatmu, air mataku mulai deras. Melihatmu terbujur lemas, aku bersyukur, kau sudah bisa bergerak. Dua menitku habis. Aku terpaksa harus pulang, sebelum itu. Aku menyempatkan berbincang dengan kedua orang tuamu. Mereka begitu asyik menceritakan dirimu, kau konyol, kau banyak teman, tapi kenapa sekarang kau terbujur lemas? h a h a h a, aku menjadi pribadi yang sedikit berlebihan untuk kali ini.

Aku tidak mengharapkan kau ingat aku, atau kau masih rindu kepadaku setelah kau sehat nanti. Aku hanya ingin, kejadian ini tidak akan terulang, dan kau berjanji jangan meninggalkanku. Terima kasih, aku menyayangimu.

 

Aku Aya, terima kasih ^^

S A N A H – H E E L W A H

 

cat_birthday_parties_billyinfo10

Selamat ulang tahun “Aya”

Ya, terima kasih. Terutama untuk Allah 🙂

Ibu, Ayah, Kakak, Adik, kamu, dia, kalian, ahh semuanya terima kasih. Banyak kado yang saya dapatkan. Ya memang bukan benda, barang, atau pun sesuatu. Melainkan, sebuah kebahagiaan, kebersamaan, yang saya inginkan dari dulu. Senyum orang tua, peluk orang tua, ciuman orang tua, dan kembalinya sahabat-sahabat saya. Tuhan, terima kasih sekali Senin, 26 Mei ku sangat indah. Haha iya, ada kado-kado dari sahabat saya.

  • VN Lagu Jamrud – Selamat Ulang Tahun
  • Ava sehari untuk Aya #duadua
  • Tulisan tangan, “Wish You All The Best” lucunya bukan kakaknya yang photo, tapi adiknya.

 

Terima kasih atas doa-doa kalian semoga dua puluh duaku berubah menjadi lebih baik lagi.

Denpasar part II

IMG_2115             Pertemuan ke dua untuk Pulau Dewata. Sebelumnya aku ucapkan terima kasih dulu untuk Tuhan, dan untuk alamku ini. Sungguh indah seperti kamu . Aku dulu pernah berpikir, aku tidak akan kembali ke tempat ini (lagi). Tapi aku yakin, jika aku tidak akan kembali ke tempat ini lagi, itu karena usiaku yang sangat pendek, bukan karena fisikku. 🙂

Lagi-lagi aku menemukan rindu, cinta, dan cerita di pulau itu. Lebih tepatnya, aku menyeberangi Jawaku dengan sendiri. Pandawa, Kuta, Benoah, Bedugul, Tanah Lot, Sanur, dan pertunjukan Barong, ah gila, benar-benar gila indahnya. Satu titik yang kulihat, Pria dua tahun lalu yang aku temui di lain kota. Aku menemukannya di sini. Kita tak saling kenal, kita bertatapan, kita tak saling sapa. Aku suka misteriusmu, terima kasih.

Senyum untuk 2 Mei ^^

“To,tok,tok. Mbak Aya.” Aku sedang asyik dengan joget-joget di kamar, nyanyi lagu Bukkan Rama Shinta – Raffi Ahmad. Kutengok dari balik jendela. Hah, tumben sekali penjaga kost ke kamarku. “Iya, Pak, ada apa?” Aku melihat bungkusan map coklat di tangannya.

“Ini, Mbak Ay, ada kiriman.” Dia memberikan paketnya kepadaku.

“Oke, terima kasih, Pak.” Sambil aku lihat pengirimnya, Momo. Hah, Mas Momo, gila.. girang banget aku^^

Image

Dari Mas Momo, untuk Aya.

 

Image

 

The Coffee Shop Chronicles dan Ayo Dong Ke Lombok

Mungkin aku terlalu alay, gakpapa, namanya juga lagi seneng 🙂 😀 😀