S A N A H – H E E L W A H

 

cat_birthday_parties_billyinfo10

Selamat ulang tahun “Aya”

Ya, terima kasih. Terutama untuk Allah 🙂

Ibu, Ayah, Kakak, Adik, kamu, dia, kalian, ahh semuanya terima kasih. Banyak kado yang saya dapatkan. Ya memang bukan benda, barang, atau pun sesuatu. Melainkan, sebuah kebahagiaan, kebersamaan, yang saya inginkan dari dulu. Senyum orang tua, peluk orang tua, ciuman orang tua, dan kembalinya sahabat-sahabat saya. Tuhan, terima kasih sekali Senin, 26 Mei ku sangat indah. Haha iya, ada kado-kado dari sahabat saya.

  • VN Lagu Jamrud – Selamat Ulang Tahun
  • Ava sehari untuk Aya #duadua
  • Tulisan tangan, “Wish You All The Best” lucunya bukan kakaknya yang photo, tapi adiknya.

 

Terima kasih atas doa-doa kalian semoga dua puluh duaku berubah menjadi lebih baik lagi.

D E J A V U

Dear:    Masa Lalu

Di     :    Tempat

 

Terima kasih kau pernah hadir, dalam awal kehidupanku. Terima kasih kata-kata romantis, bunga, cokelat, boneka, tempat romantis, dan pengorbanan. Kata romantis kau berikan setiap pagi, siang, malam. Ucapan selamat makan pun tidak pernah telat. Aku tahu itu bentuk perhatianmu. Aku tidak pernah memakimu bahwa hubungan kita ini seperti anak labil pada umumnya. Kau berikan aku bunga dan cokelat di tempat keramaian, dimana tempat itu romantis bagi kita. Pengorbananmu ketika hujan kau memboncengku di bawah hujan. Pengorbananmu ketika kau menjemputku Ke Jogja yang sedang ingin menjadi brandal. Pengorbananmu sangat banyak. Aku juga masih ingat dengan tulisan tanganmu untuk kekasih masa depanku. Kau tidak mengizinkannya untuk menyakitiku yang pernah menyakitimu.

Tapi, mungkin Tuhan tidak memperbolehkan kita bersama. Pada suatu saat, kita berpisah pada hari bahagiamu, hari kelahiranmu. Kautahu? aku sekarang menjalani hubungan dengan siapa? Aku sekarang menjalin hubungan dengan seorang photographer. Dia tampan, aku merasa jika aku bersama dia, aku orang paling bego, jelek, murahan. Temanku pernah menasehatiku “Sudahlah, percaya saja, pasti kamu dapat yang terbaik. Gak mungkin Tuhan ngasih orang yang gak baik, untuk kamu” Ternyata sama saja, aku juga merasakan sakit seperti dulu.

Bolehkah aku hidup di masa laluku sekarang?

Yang Kebetulan itu Hanya FTV

hqdefault       Nah, saat ini saya ingin menyampaikan beberapa pendapat saya tentang FTV (Film Televisi)Indonesia. Kalian tahu, dan bisa jadi beberapa orang dari kalian hafal tentang alur cerita FTV. Kebanyakan FTV Indonesia hanya menceritakan tentang asmara. Menceritakan tentang keluarga, atau pun persahabatan jarang sekali. Dan alur ceritanya pun kebanyakan berawal dari tidak saling kenal, bertemu dengan ketidak sengajaan, bertengkar, kenalan, baikan, pendekatan, jadian, marahan, balikan  lagi.

Banyak orang juga, yang mengumpamakan ketika mereka bertemu dengan ketidak sengajaan berarti mereka seakan hidup dalam dunia FTV, ya mungkin karena dia terlalu sering melihat sajian dari FTV tersebut. Ha ha ha ha termasuk saya.

Denpasar part II

IMG_2115             Pertemuan ke dua untuk Pulau Dewata. Sebelumnya aku ucapkan terima kasih dulu untuk Tuhan, dan untuk alamku ini. Sungguh indah seperti kamu . Aku dulu pernah berpikir, aku tidak akan kembali ke tempat ini (lagi). Tapi aku yakin, jika aku tidak akan kembali ke tempat ini lagi, itu karena usiaku yang sangat pendek, bukan karena fisikku. 🙂

Lagi-lagi aku menemukan rindu, cinta, dan cerita di pulau itu. Lebih tepatnya, aku menyeberangi Jawaku dengan sendiri. Pandawa, Kuta, Benoah, Bedugul, Tanah Lot, Sanur, dan pertunjukan Barong, ah gila, benar-benar gila indahnya. Satu titik yang kulihat, Pria dua tahun lalu yang aku temui di lain kota. Aku menemukannya di sini. Kita tak saling kenal, kita bertatapan, kita tak saling sapa. Aku suka misteriusmu, terima kasih.

Damara

         Mantan yang selalu hadir dengan kenangan. Dia yang sok asik mengajak bbm-an. Sok iya sok tampan, sok iya sok menawan.

“PING!” Blackberryku bergetar. Langsung kulihat siapa pengirimnya. Hah?Damara? Sambil mengucek mataku yang tidak gatal. Dengan cepat aku membuka chatnya.

        “Aku kangen.” Apa? Pekikkku, seperti ada yang menyumbat tenggorakanku. Apa maksud wanita ini? Sinting, hadir dan pergi semaunya sendiri. Aku melihat gallery di blackberryku. Ada beberapa foto Damara yang masih kusimpan, beberapa tempat kenangan. Begitu juga dengan fotoku, dia, dan senja. Damara, mantan kekasihku, hampir lupa kapan kita pacarannya, apa lagi putusnya. Dengan cepat aku memijit keypad di handphone, dan membalasnya hanya dengan emoticon senyum.

 

***

Untuk  :   Damara Denara

Di       : Tempat yang paling mulia di sisi Tuhan

Maaf, untuk saat ini aku tidak bisa menemanimu pergi ke surga. Damara, maaf, aku terlalu memakan gengsi untuk membalas messagemu beberapa hari lalu. Aku pura-pura sudah lupa dengan semua kenangan, aku pura-pura tidak sayang. Damara asal kautahu setelah kita berpisah, belum ada yang mengisi kekosongan hati ini. Damara, terimakasih untuk senyum di wajahmu dan rona senja yang memerah, ketika aku mengungkapkan aku mencintaimu di Puncak Arjuna. Terima kasih atas segala jawaban.

 

Bima, mantan kekasihmu

 

***

               Tubuhku bersandar di dinding, Ibuku menangis sambil memelukku. Surat untuk Damara kuremas dengan tanganku hingga lusuh. Bayanganku kosong, hanya ada wajah Damara dipikiranku. Tubuhku semakin kering setelah kepergian Damara, karena kecelakaan kereta api. Ya, aku baru sadar pesan rindu yang ia kirimkan, itu pesan terakhir. Aku bodoh.

Aku melihat sekelilingku, teman-temanku mengekspresikan kebohongan mereka, ada yang sedih, ada yang tertawa sendiri. Mereka berpikir aku gila. Ya.. ha ha ha aku gila. Mereka mengurungku di sini. Aku merasa nyaman di sini, di rumah sakit jiwa. Damara, tersenyumlah di surga.

 

 

Do you love me?

So? Do you love me?

So? Do you love me?

Ya, Loving someone who doesn’t love you it’s like waiting a ship at the airport.

Jadi, seperti kamu yang suka banget sama Ariel Noah, tapi apa daya dia tidak mengenalmu, apa lagi mencintaimu (ngambilin upil). Please gaes, nggak usah terlalu tinggi. Saya prihatin kalo kamu jatuh. Ada fakta yang tidak sengaja saya ambil risetnya dari teman saya sendiri, inisialnya XOXO. Dia demen banget sama salah satu artis luar negri, sangking demennya, setiap saat dia selalu meng- grit photonya dengan idolanya. Ya, it’s so good, gakpapa guys. Aku nggak ngelarang, paling-paling aku suka nyinyir (dalam hati) 😀

Terima Kasih

             Kita yang selalu diam-diam bercerita tentang hati kita.

“Kawan, apa kau pernah merasa hampa?”

“Ya, aku pernah. Bukan hanya pernah, tapi sering.”

“Aku pun sekarang mengalaminya, tapi aku bingung.”

“Bingung, kenapa?”

“Bingung, entah kemana hati ini tertuju. Apa kau pernah sakit hati, Kawan?”

“Pernah, bukan hanya pernah, tapi sering.”

“Apa kau pernah diselingkuhi, Kawan?”

“Ya, aku pernah. Bukan hanya pernah, tapi sering dan itu selalu terjadi dihadapanku.”

“Lantas, apa yang kaulakukan?”

“Aku diam, lalu aku mengucapkan kepadanya, terima kasih 🙂 “

Selamat Tidur, Tuan :)

        Untuk seseorang yang matanya sudah terpejam, nadinya tak berdenyut, malaikat sudah menjemput, dan tersenyum di balik kain putih 🙂

Bukan kata maaf, atau terima kasih yang pertama kuucapkan. Tapi, sama seperti biasanya aku tidak bosan mengungkapkan “Aku Mencintaimu, siapa pun kamu, di mana pun kamu, dan apa pun kamu”

Kau masih tidur? Ayo bangun, banyak teman-temanmu, dan banyak pesan yang masuk untukmu. Serius kautidak mau bangun? Aku berusaha menggoyak-goyakkan tubuhnya yang terbalut kain putih, hidungnya di tutup dengan kapas, matanya yang tertutup, dan terbaring di dalam peti. Aku mohon jangan bopong dia dulu, aku ingin berfoto dahulu dengannya, dan aku juga ingin ambil fotonya. Setelah kufoto akan kujadikan wallpaper di handphoneku. Seperti dia yang tidak bosan memajang fotoku di layar handphonenya. Kenapa kamu diam saja, ayok bergaya, Sayang. Kita dulu suka bergaya jika layar kamera didepan kita. Bergaya semanis mungkin, sampai sejelek mungkin pun pernah. Jadi, sekarang kau hanya tersenyum saja, di dalam petimu itu. Kau tidak mau bergaya jelek, seperti mukaku ini. Aku dari tadi sudah bergaya sedih, sayang. Pura-pura menangis, gaya manyun Sayang. Aku memeluk petinya, mengambil bunga, dan kutaburi tempat tidurnya.

“Hei, kalian kenapa diam saja. Aku tidak gila.” Bentakku pada orang-orang pengangkut jenazah.

Senyum untuk 2 Mei ^^

“To,tok,tok. Mbak Aya.” Aku sedang asyik dengan joget-joget di kamar, nyanyi lagu Bukkan Rama Shinta – Raffi Ahmad. Kutengok dari balik jendela. Hah, tumben sekali penjaga kost ke kamarku. “Iya, Pak, ada apa?” Aku melihat bungkusan map coklat di tangannya.

“Ini, Mbak Ay, ada kiriman.” Dia memberikan paketnya kepadaku.

“Oke, terima kasih, Pak.” Sambil aku lihat pengirimnya, Momo. Hah, Mas Momo, gila.. girang banget aku^^

Image

Dari Mas Momo, untuk Aya.

 

Image

 

The Coffee Shop Chronicles dan Ayo Dong Ke Lombok

Mungkin aku terlalu alay, gakpapa, namanya juga lagi seneng 🙂 😀 😀